Libur Lebaran, Macet Total di Alahan Panjang Tanpa Pengawasan: Dishub dan Satlantas Disorot

Adminlintasnu
24 Mar 2026 08:32
2 menit membaca

Selasa, 24 Maret 2026

Alahan panjang — Di tengah momentum libur Lebaran yang seharusnya diantisipasi dengan pengamanan maksimal, kemacetan parah justru terjadi di Simpang Tugu Pasar Alahan Panjang, Selasa (24/3/2026). Ironisnya, tidak terlihat satu pun petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Solok maupun Satuan Lalu Lintas Polres Arosuka di lokasi untuk melakukan pengaturan arus kendaraan.

Pantauan di lapangan, arus lalu lintas dari berbagai arah mengalami lumpuh total. Kendaraan mengular panjang, klakson bersahutan, dan pengendara terjebak berjam-jam tanpa kejelasan penanganan. Situasi ini memicu keluhan keras dari masyarakat yang merasa diabaikan di tengah lonjakan mobilitas libur Idulfitri.

Sejumlah warga dan pengendara menilai, kondisi ini mencerminkan lemahnya kesiapsiagaan aparat dalam mengantisipasi momen tahunan yang selalu dipadati wisatawan, khususnya di kawasan Alahan Panjang yang dikenal sebagai destinasi favorit.

Pimpinan Redaksi lintasberitanusantara.id, Daeng Jupri, secara tegas mengkritik ketiadaan petugas di lapangan. Ia menyebut kondisi ini sebagai bentuk kelalaian serius yang tidak bisa ditoleransi.

“Ini bukan hari biasa, ini momen libur Lebaran yang setiap tahun pasti terjadi lonjakan kendaraan. Sangat tidak masuk akal jika tidak ada pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Ke mana tanggung jawab Dishub dan Satlantas?” tegasnya.

Menurutnya, titik Simpang Tugu Pasar Alahan Panjang merupakan simpul krusial yang seharusnya menjadi prioritas pengawasan. Tanpa kehadiran petugas, kemacetan tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan.

Lebih jauh, kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya koordinasi antarinstansi dalam mengelola arus lalu lintas saat momen besar nasional seperti Lebaran. Padahal, pengamanan dan rekayasa lalu lintas merupakan tugas dasar yang wajib dijalankan oleh instansi terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada satu pun keterangan resmi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Solok maupun pihak Satlantas Polres Arosuka terkait penyebab kemacetan maupun langkah konkret yang diambil.

Minimnya respons ini semakin memperkuat kesan bahwa masyarakat dibiarkan menghadapi kemacetan tanpa kehadiran negara di lapangan.

Masyarakat mendesak agar pemerintah daerah dan aparat kepolisian segera turun tangan, tidak hanya untuk mengurai kemacetan saat ini, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh. Jika tidak, kejadian serupa dipastikan akan terus berulang setiap musim liburan, tanpa solusi nyata.***

Reporter Daeng Jupri

Editor zulnafrizen

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x